Awalnya kita
dipertemukan dalam suatu keadaan yang tak memungkinkan kita bertegur sapa,
hanya melihat dan mendengar sentakan kaki mu saat engkau lewat di hadapan ku.
Senyumanmu membuat hatiku hilang kendali ku ingin rasanya mengobrol lama
denganmu. Bukan hanya melihat tebar senyumnya ku merasa bahwa diriku ingin
selalu dekat mu. Sekolah ini mempertemukan kita dimana kita saling tidak tau
nama. Kita sama-sama menjadi siswa baru yang tentunya akan melakukan beberapa
tahap untuk memulai sekolah di SMA pilihan kita begitu pendatang siswa baru di
SMA ini. Namun betapa ku merasa cinta yang kurasa mungkin takkan terbalas saat
ku melihat sosok wanita yang cantik, pintar dan sangat menawan itu. Dan ku
berpikir akan membuang perasaan bodoh ku ini, karena ku sadar namaku mungkin
tak pernah dia tahu apalagi dia ingat.
Beberapa
hari MOS saatnya pemilihan king and quen, ku melihat dia mendaftarkan dirinya
dalam seleksi tersebut. Saat itu penunjukkan bakat dia memainkan gitar dan
bernyanyi “PRICE TAG”. Ku melihat dan menatapnya dan membuat ku yakin “aku
harus melupakan orang yang disorot mataku ini” aku terus meyakinkan diriku.
Namun dia tidak terpilih menjadi king, melainkan teman ku sendiri yaitu
seperguruan ku Bela diri taekkwando di Tridinanti. Tentunya temanku menunjukkan
keahliannya Bela dirinya, ku sangat tau temanku itu dia sangat hebat dalam hal
Bela Diri di Taekkwando. Kekalahannya dalam seleksi king di sekolah tidak
membuat ketenaran dia di sekolah mejadi luput justru semakin tenar.
Mos telah
selesai saatnya bersekolah yang sebenarnya yang tentunya tiada hari tanpa buku.
Beberapa hari belajar di sekolah, ada pengumuman untuk mengikuti OSIS. yang
tentunya akan melalui beberapa tahap penyekleksian. Ku mengikutinya itu hari
minggu tahap penyekleksian yaitu Tes lari lari di lapangan, lalu kedua tes
tertulis. semua itu aku lulus namun ada satu tes lagi yaitu tes wawancara.
Disaat tes wawancara ku melihat lelaki yang ku sukai itu “Ya Tuhan, jantung ku
terasa debar-debar saat dia menegur ku”
Kami
sama-sama tes penguasaan agama. Namun sayangnya aku Gagal dalam tes terakhir
ini yah wawancara ku ketahui dalam tes wawancara bahasa inggris aku tak bisa
ini, yang mengakibatkan kegagalan ku. Dan aku menerima kegagalan ku, dan mecoba
melupakan semua ini, ini bukan akhir semuanya.
Beberapa
hari bersekolah, mulai belajar, mengenal watak teman, mengenal pula watak guru,
rutnititas di sekolah membuat ku lupa akan perasaan ku terhadap lelaki yang ku
suka awal masuk sekolah ini. Mungkin karena teman temanku yang selalu membuat
ku tertawa, watak mereka yang bermacam macam. Juga kesibukan tugas sekolah
serta tentunya kebersamaan ku bersama temanku membuat perasaan ku nyaman dan ku
telah mengiklaskan perasaan ku yang tak terbalas itu. Dan kutahui dia itu siapa
dan aku siapa.
Kehidupan ku
bukan tujuan lantaran ingin bersama dia, memiliki dia.
Namun ku hidup lantaran
orangtua ku, keluarga ku, sahabat ku, serta orang-orang mengenal ku. Aku ingin
hidup bukan untuk mendapat cinta, mendapat perhatian ataukah menjadi nomor satu
di hati mereka mengenal ku. Namun aku ingin namaku selalu di hati mereka yang
mengenal ku. Ku ingin menciptakan kenyamanan saat mereka di dekat ku. Namaku
diingat itu sudah cukup, nyaman di dekatku. Itu sudah cukup aku tak berharap
harap apa-apa. Tuhan itu telah mengatur takdirku, tinggal aku yang menjalaninya
dengan baik, jika ada cobaan itu adalah bukti Tuhan itu menguji kecintaan ku
kepadanya serta mendewasakan aku.
Ku hidup
jalani semua apa yang telah ditakdirkan kepadaku, aku jalani bukan untuk
mencari kebahagian namun aku mencari makna setiap detik, menit, bakal hari demi
hari bakal tahun berganti tahun. Suatu makna yang membuat aku penasaran apa
yang akan terjadi dan terjadi di hidup ku. Kesedihan maupun tawa itu tentunya
akan berputar dan berputar kembali. Aku ingin belajar, aku ingin mengenal
dunia, aku ingin keberadaan ku membuat nyaman mereka.
Aku
mencintainya Tuhan, aku sangat ingin memilikinya Tuhan namun aku harus
menyadari dan berpikir “apa yang ku lakukan setelah dia mencintai ku?, Apa aku
begitu saja bahagia, apa aku akan terus dia cintai?
Itu memberi beban pikiran ku. Tuhan apa yang telah ditakdirkan untukku aku hanya minta.
Itu memberi beban pikiran ku. Tuhan apa yang telah ditakdirkan untukku aku hanya minta.
Tuhan
tetaplah engkau menemani ku disaat semua orang meninggalkanku.
Tuhan bantu aku berdiri, jika aku terjatuh dan menyiksa diriku sendiri.
Tuhan jangan membuat cinta seseorang membutakan ku terhadap cintamu.
Biarkan aku mencari makna hidup ini sebelum ku pergi
Jadikan aku seseorang mengerti dan belajar wakta mereka
Jangan kemarahan dan keegoisan ku menghancurkan ku
Sendiri.
Tuhan bantu aku berdiri, jika aku terjatuh dan menyiksa diriku sendiri.
Tuhan jangan membuat cinta seseorang membutakan ku terhadap cintamu.
Biarkan aku mencari makna hidup ini sebelum ku pergi
Jadikan aku seseorang mengerti dan belajar wakta mereka
Jangan kemarahan dan keegoisan ku menghancurkan ku
Sendiri.
Tuhan ku
serahkan cinta ku engkau yang mengatur.
Cinta yang menyakitkan, cinta yang bahagia biarlah terjadi
Agar aku belajar dari kenyataan itu semua..
Aku percaya sangat percaya ada gelap di balik terang.
Seperti cahaya pagi dan cahaya malam.
Cinta yang menyakitkan, cinta yang bahagia biarlah terjadi
Agar aku belajar dari kenyataan itu semua..
Aku percaya sangat percaya ada gelap di balik terang.
Seperti cahaya pagi dan cahaya malam.
Tak pernah
ku sangka setelah setahun bersekolah, akhirnya aku menjadi kelas 2 SMA, namun
betapa terkejutnya aku Tuhan mempertemukan dan menumbuhkan cinta ku yang hampir
hilang.
Sekarang aku
satu kelas dengannya, jujur bahagia sangat bahagia. Bahagia dia telah mengingat
namaku, mengobrol denganku. Namun sekarang aku mengenal wataknya. Sekarang aku
tak berharap dia mencintai ku atau kah tidak. Aku cuma menginginkan dia nyaman
dengan ku dan dia mengingat namaku. Tuhan telah menyiapkan sesuatu untukku.
Jika aku sekarang harus menangis lantaran dia mencintai yang lain, jika aku
cuma temannya yang biasa baginya tidak apa apa, asalkan aku tetap bisa menjadi
diriku sendiri. Aku tak ingin ngerubah semuanya untuk mendapatkannya. Biarlah
cinta begini, ku percaya Tuhan menyayangi ku.






0 komentar:
Posting Komentar