Konsep Dasar dan
Prinsip Animasi
A. Definisi Animasi
Animasi adalah
sebuah proses merekam dan memainkan kembali serangkaian gambar statis untuk
mendapatkan sebuah ilusi pergerakan.” Berdasarkan arti harfiah, Animasi adalah
menghidupkan. Yaitu usaha untuk menggerakkan sesuatu yang tidak bisa bergerak
sendiri.
B. Prinsip Dasar Kerja Animasi
Prinsip
dasar dari karakter mata manusia yaitu: persistance of vision (pola penglihatan
yang teratur). Paul Roget, Joseph Plateau dan Pierre Desvigenes, melalui
peralatan optic yang mereka ciptakan, berhasil membuktikan bahwa mata manusia
cenderung menangkap urutan gambar-gambar pada tenggang waktu tertentu sebagai
suatu pola. Dalam perkembangannya animasi secara umum bisa didefinisikan
sebagai: Suatu sequence gambar yang diekspos pada tenggang waktu tertentu
sehingga tercipta sebuah ilusi gambar bergerak.
c.
12 Prinsip Animasi
12 Prinsip Animasi. Kata “animasi”
berasal dari kata “animate,” yang berarti untuk membuat obyek mati
menjadi seperti hidup. Seorang Animator profesional sepertinya harus mengetahui
dan memahami bagaimana sebuah animasi dibuat sedemikian rupa sehingga
didapatkan hasil animasi yang menarik, dinamis dan tidak membosankan.
Dua orang animator profesional Thomas dan Johnston memberikan
12 prinsip animasi yang di adopsi dari animasi produksi Walt Disney.
Animasi ini sebenarnya paling pas digunakan untuk animasi kartun. Ke-12 prinsip
animasi tersebut adalah sebagai berikut :
1. Solid Drawing
Kemampuan menggambar sebagai dasar utama animasi
memegang peranan yang menentukan “baik proses maupun hasil” sebuah animasi,
terutama animasi klasik. Meskipun kini peran gambar yang dihasilkan sketsa
manual sudah bisa digantikan oleh komputer, tetapi dengan pemahaman dasar dari prinsip ‘menggambar’ akan menghasilkan animasi yang lebih
‘peka’. Sebuah obyek/gambar dibuat sedemikian rupa sehingga memiliki
karakteristik sebuah obyek (volume, pencahayaan dan konsistensi kualitas
gambar/bentuk/karakter).
2. Timing & Spacing
Grim Natwick, seorang animator Disney
pernah berkata, “Animasi adalah tentang timing dan spacing”. Timing adalah
tentang menentukan waktu kapan sebuah gerakan harus dilakukan, sementara
spacing adalah tentang menentukan percepatan dan perlambatan dari
bermacam-macam jenis gerak.
Contoh Timing: Menentukan pada detik
keberapa sebuah obyek/karakter berjalan sampai ke tujuan atau berhenti.
Contoh Spacing: Menentukan kepadatan
gambar (yang pada animasi akan berpengaruh pada kecepatan gerak).
3. Squash & Stretch
Squash and strecth adalah upaya penambahan efek
lentur (plastis) pada objek atau figur sehingga seolah-olah ‘memuai’ atau
‘menyusut’ sehingga memberikan efek gerak yang lebih hidup. Penerapan squash
and stretch pada figur atau benda hidup (misal: manusia, binatang,
creatures) akan memberikan ‘enhancement’sekaligus efek dinamis
terhadap gerakan/action tertentu, sementara pada benda mati (misal : gelas,
meja, botol) penerapan squash and stretch akan membuat
mereka (benda-benda mati tersebut) tampak atau berlaku seperti benda hidup.
Contoh ketika sebuah bola dilemparkan.
Pada saat bola menyentuh tanah maka dibuat seolah-olah bola yang semula
bentuknya bulat sempurna menjadi sedikit lonjong horizontal, meskipun
kenyataannya keadaan bola tidak selalu demikian. Hal ini memberikan efek
pergerakan yang lebih dinamis dan ‘hidup’.
4. Anticipation
Anticipation boleh juga dianggap sebagai persiapan/awalan gerak atau ancang-ancang. Seseorang yang bangkit
dari duduk harus membungkukkan badannya terlebih dahulu sebelum benar-benar
berdiri. Pada gerakan melompat, seseorang yang tadinya berdiri harus ada
gerakan ‘membungkuk’ terlebih dulu sebelum akhirnya melompat.
5. Slow In and Slow Out
Slow In dan Slow Out menegaskan bahwa
setiap gerakan memiliki percepatan dan perlambatan yang berbeda-beda. Slow
in terjadi jika sebuah gerakan diawali secara lambat kemudian menjadi
cepat. Slow out terjadi jika sebuah gerakan yang relatif
cepat kemudian melambat. Contoh Slow In :
6. Arcs
Pada animasi, sistem pergerakan tubuh
pada manusia, binatang, atau makhluk hidup lainnya bergerak mengikuti
pola/jalur (maya) yang disebut Arcs. Hal ini memungkinkan mereka
bergerak secara ‘smooth’ dan lebih realistik, karena pergerakan
mereka mengikuti suatu pola yang berbentuk lengkung (termasuk lingkaran, elips,
atau parabola). Sebagai contoh, Arcs ditunjukkan pada
lintasan tangan saat melempar bola dan lintasan gerak bola di udara.
7. Secondary Action
Secondary action adalah
gerakan-gerakan tambahan yang dimaksudkan untuk memperkuat gerakan utama supaya
sebuah animasi tampak lebih realistik. Secondary action tidak dimaksudkan untuk
menjadi ‘pusat perhatian’ sehingga mengaburkan atau mengalihkan perhatian dari
gerakan utama. Kemunculannya lebih berfungsi memberikan emphasize untuk
memperkuat gerakan utama.
Contoh: Ketika seseorang sedang
berjalan, gerakan utamanya tentu adalah melangkahkan kaki sebagaimana berjalan
seharusnya. Namun sambil berjalan ‘seorang’ figur atau karakter animasi dapat
sambil mengayun-ayunkan tangannya. Gerakan mengayunayunkan tangan inilah yang
disebut secondary action untuk gerakan berjalan.
8. Follow Through and Overlapping
Action
Follow through adalah tentang bagian tubuh
tertentu yang tetap bergerak meskipun seseorang telah berhenti bergerak.
Misalnya, rambut yang tetap bergerak sesaat setelah melompat. Overlapping action secara
mudah bisa dianggap sebagai gerakan saling-silang. Maksudnya, adalah
serangkaian gerakan yang saling mendahului (overlapping). Contoh :
Kelinci yang melompat. Sesaat setelah melompat telinganya masih bergerak-gerak
meskipun gerakan utama melompat telah dilakukan.
.
9. Straight Ahead Action and Pose to
Pose
Dari sisi resource dan
pengerjaan, ada dua cara yang bisa dilakukan untuk membuat animasi. Yang
pertama adalah Straight Ahead Action, yaitu membuat animasi
dengan cara seorang animator menggambar satu per satu, frame by frame, dari awal sampai selesai seorang diri. Teknik ini memiliki kelebihan:
kualitas gambar yang konsisten karena dikerjakan oleh satu
orang saja. Tetapi memiliki kekurangan yaitu waktu pengerjaan yang lama.
Yang kedua adalah Pose to
Pose, yaitu pembuatan animasi oleh seorang animator dengan cara menggambar
hanya pada keyframe-keyframe tertentu saja,
selanjutnya in-between atau interval antar keyframe digambar/dilanjutkan
oleh asisten/animator lain. Cara kedua ini memiliki waktu pengerjaan lebih
cepat karena melibatkan lebih banyak sumber daya sehingga lebih cocok
diterapkan pada industri animasi.
10. Staging
Staging dalam animasi meliputi bagaimana
‘lingkungan’ dibuat untuk mendukung suasana atau ‘mood’ yang ingin dicapai
dalam sebagian atau keseluruhan scene. Biasanya berkaitan dengan
posisi kamera pengambilan gambar. Posisi kamera bawah membuat karakter terlihat
besar dan menakutkan, kamera atas membuat karakter tampak kecil dan bingung
sedangkan posisi kamera samping membuat karakter tampak lebih dinamis dan
menarik.
11. Appeal
Appeal berkaitan dengan keseluruhan
look atau gaya visual dalam animasi. Kita bisa dengan mudah mengidentifikasi
gaya animasi buatan Jepang dengan hanya melihatnya sekilas. Kita juga bisa
melihat style animasi buatan Disney atau Dreamworks cukup
dengan melihatnya beberapa saat. Hal ini karena mereka memiliki appeal atau
gaya tersendiri dalam pembuatan karakter animasi.
Ada juga yang berpendapat bahwa appeal
adalah tentang penokohan, berkorelasi dengan ‘kharisma’ seorang tokoh atau
karakter dalam animasi. Sehingga visualisasi animasi yang ada bisa mewakili
karakter/sifat yang dimilkiki.
12. Exaggeration
Exaggeration merupakan upaya mendramatisir
animasi dalam bentuk rekayasa gambar yang bersifat
hiperbolis. Dibuat sedemikian rupa sehingga terlihat sebagai bentuk ekstrimitas
ekspresi tertentu dan biasanya digunakan untuk keperluan komedik.
Seringkali ditemui pada film-film animasi anak-anak (segala usia) seperti Tom
& Jery, Donald Duck, Mickey Mouse, Sinchan, dsb.
Contoh : Tubuh Donald duck melayang
mengikuti sumber asap saat hidung Donald cuck mencium aroma masakan/makanan
lezat.
Ke-12 prinsip animasi diatas sering
digunakan dalam teknik animasi stop motiondan dalam penerapannya tentu lebih
tergantung pada sang animator. Semakin profesional seorang animator dalam
menguasai, mengoptimalkan dan mengeksplorasi kemampuan dirinya dalam membuat
animasi secara keseluruhan, tentunya ide cerita akan selalu menarik dan
menghasilkan sebuah film animasi yang sangat dinamis dan tidak membosankan
bahkan untuk kalangan yang bukan merupakan target utama pengguna.
E. Fungsi Prinsip
Animasi
Saat
ini gambar menjadi lebih unggul sebagai media penyampaian informasi karena
gambar memiliki makna yang lebih padat daripada tulisan. Seiring dengan
berkembangnya teknologi media, tulisan kemudian muncul sebagai gambar dalam
layar komputer ketika diasosiasikan dalam bidang periklanan.
Akan
menjadi lebih menarik ketika gambar-gambar ini disuguhkan dengan kemampuannya
untuk dapat bergerak. Animasi merupakan serangkaian gambar yang bergerak.
Pengaruh yang ia berikan akan menjadi semakin besar dibandingkan
kemampuannya ketika ia statis sebagai gambar biasa. Penyampaian informasi
menggunakan animasi juga dapat dimanipulasi sedemikian rupa hingga pesan yang
ingin disampaikan dapat dimengerti oleh khalayak umum ataupun dibuat khusus
sehingga hanya dapat dimengerti oleh mereka dengan pendidikan tertentu.
Seperti
pada pertemuan sebelumnya 12 prinsip
dasar animasi pertama kali diperkenalkan oleh animatorkawakan dari Walt DisneyStudios, yaitu Frank Thomas dan
Ollie Johnston, sekitar tahun 1930 yang
ditulis dalam bukunya berjudul “ The Illussion of Life ”.
Fungsi
Utama dari Prinsip – prinsip Dasar Animasi adalah agar setiap animasi yang dibuat kelihatan menarik,
dramatis, dengan gerakan yang alami. Sebab dua tokoh animasi
tersebut menciptakan prinsip – prinsip tersebut dengan maksud agar sebuah Karakter mampu melakukan
gerakan nyata baik itu
benda, hewan maupun manusia dengan semirip mungkin. Pada dasarnya prinsip animasi adalah teori dasar
fisika yang di aplikasikan pada animasi karakter. Namun secara spesifik bisa di
artikan sebagai teori dasar yang wajib dimiliki oleh animator menghidupkan
karakter animasinya
Prinsip animasi diatas dalam penerapannya tentu lebih
tergantung pada sang animator. Semakin profesional seorang animator dalam
menguasai, mengoptimalkan dan mengeksplorasi kemampuan dirinya dalam membuat
animasi secara keseluruhan, tentunya ide cerita akan selalu menarik dan
menghasilkan sebuah film animasi yang sangat dinamis dan tidak membosankan
bahkan untuk kalangan yang bukan merupakan target utama pengguna.
Di dalam mengaplikasikan prinsip animasi ini,
bayangkanlah bahwa setiap gambar dalam animasi kita itu adalah sebuah
penampilan di panggung yang mana kita sebagai sutradara harus memastikan bahwa ide cerita dari setiap
detail penampilan harus tersampaikan dengan sempurna pada para penonton. Hal
ini berarti kita harus memastikan bahwa setiap gerakan, ekspresi, dan mood dari
si karakter harus terlihat jelas dan tidak disalahartikan.
Karena dalam beberapa kasus film animasi, prinsip yang di terapkan tidak
di imbangi dengan ide cerita yang cemerlang. Hal ini tidak menutup kemungkinan
terjadinya kegagalan produksi.
Diluar
itu fungsi dari prinsip animasi banyak di manfaatkan sebagai perantara
komunikasi antar pembuat film animasi (studio) dengan penonton atau penikmat
film. Dengan prinsip animasi seorang animator dapat menyisipkan ekspresi
karakter dan menarik perhatian para audien. Sehingga penonton bisa terhibur
dengan adegan lucu, sedih, menggemaskan, jengkel, atau empati lain yang
dihadirkan karakter melalui penerapan prinsip animasi. Penerapan prinsip
animasi sebagai media hiburan bagi penonton. Dengan penggarapan prinsip animasi
yang serius dan tepat mampu menghadirkan produk animasi yang memiliki daya
jual. Fungsi hiburan ini biasanya digunakan pada film, video game, video klip,
dan laiin lain.
Prinsip
animasi juga digunakan untuk media presentasi materi tertentu. Fungsi prinsip
ini digunakan untuk membawa suasana presentasi menjadi tidak kaku dan menarik
audiens, dan diharapkan dapat tercapainya penyampaian In formasi secara efektif
dan efisien. Karena Presentasi menjadi menarik dan tidak membosankan,
memperindah tampilan presentasi, memudahkan saat menyajikan presentasi,
mempermudah penggambaran dari sebuah materi yang hendak di sampaikan.
Saat
ini animasi adalah media yang sangat popular di bidang multimedia. Seiring
dengan perkembangan teknologi seorang animator menjadi lebih mudah untuk
menerapkan prinsip animasi pada sebuah produk animasi. Dan pengaruh Prinsip
animasi terhadap metode penyampaian informasi pada khalayak umum.
Fungsi
lain dari prinsip animasi adalah di dunia periklanan, karena penerapan prinsip
ini mampu menjadi daya tarik bagi sebuah produk. Sehingga konsumen menjadi
tertarik untuk membeli atau memiliki. Karena dalam bidang ini prinsip animasi
bisa menjadi fungsi hias yang mempercantik tampilan iklan.
Kaidah
atau prinsip animasi digunakan
pada saat animator akan membuat sebuah film animasi 3D ataupun 2D. Kedua belas
prinsip ini harus selalu digunakan, karena dalam pembuatan film animasi
ada 12 prinsip yang
harus dipenuhi untuk membuat sebuah animasi yang hidup. Ke-12 prinsip ini
meliputi dasar-dasar gerak, pengaturan waktu, peng-kaya-an visual, sekaligus
teknis pembuatan sebuah animasi. Jika salah satu dari prinsip ini tidak ada
maka animasi yang dibuat akan terkesan berbeda, namun tetap bisa disebut
animasi.
Kedua belas prinsip
animasi banyak diterapkan dalam film animasi produksi Disney atau
Pixar. Sedangkan pada film animasi produksi Jepang atau biasa disebut Manga
kedua belas prinsip ini tidak di gunakan semuanya, animasi seperti ini disebut
dengan limited animation.
Sumber / Refrensi :
- Materi Pdf dari pak imam sebagai dosen mata kuliah softskill
- https://id.wikipedia.org/wiki/Animasi
- http://oprekzone.com/12-prinsip-animasi/
- https://www.mawan.or.id/files/pdf/12%20Prinsip%20Animasi.pdf





















